Meneladan Bunda Maria yang Transformatif dan Inspiratif

Y. Gunawan, Pr[1]

Pengantar

  1. Setiap tanggal 8 Desember, Gereja merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda Dosa (Maria Immaculata). Yayasan Marsudirini berada dalam perlindungan Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa  Noda Dosa. Kepada seluruh keluarga besar Yayasan Marsudirini (para suster, bapak-ibu guru, tenaga kependidikan, staf administrasi, dan tenaga pelaksana), saya ucapkan: Proficiat dan Selamat merayakan pesta pelindung.
  • Dalam buku ”12 Katekese, Renungan dan Doa Bunda Maria” (Kanisius, 2019), saya mensharingkan bahwa di Italia hari raya ini menjadi hari libur nasional. Kantor dan sekolah pun libur. Di sana ada perayaan meriah untuk merayakan misteri agung Maria Immaculata tersebut. Bahkan ada tradisi, di mana Sri Paus mengadakan penghormatan kepada Bunda Maria dengan berdoa di Basilika Maria Maggiore (Basilika terbesar yang dipersembahkan untuk Bunda Maria). Selain itu, Bapa Suci dan umat mengadakan ibadah meriah dan Bapa Suci mempersembahkan rangkaian bunga di patung Bunda Maria yang ada di depan Kantor Kongregasi Propaganda Fide (Evangelisasi untuk BangsaBangsa), di dekat Spanish Steps, Roma[1]. Puji Tuhan, 8 Desember 2018 yang lalu saya bisa mengikuti perayaan tersebut saat masih studi di Roma. Pada tahun 2018 yang lalu Paus Fransiskus ”curhat” pada Bunda Maria dan mohon doa restu. Berikut ini kutipan doa Bapa Suci:

Bunda yang dikandung tanpa noda,

pada hari rayamu, yang begitu sayang terhadap seluruh umat Kristiani,

saya datang untuk memberi penghormatan kepadamu di jantung kota Roma.

Di dalam jiwaku sendiri, aku menyandang umat Gereja ini, dan semua orang yang tinggal di kota ini, terutama orang-orang sakit,

dan semua orang yang, karena berbagai situasi mereka, merasa sulit untuk terus berjalan.

………….

Ya Bunda Yesus,

Saya memohonkan kepadamu satu hal lagi pada Masa Adven ini,

memikirkan hari-hari ketika engkau dan Yusuf khawatir tentang kelahiran anakmu yang sudah dekat, khawatir karena ada sensus yang sedang berlangsung dan engkau juga harus meninggalkan Nazaret kampung halamanmu dan pergi ke Betlehem.

Engkau tahu apa artinya membawa kehidupan di dalam rahimmu

dan merasakan ketidakpedulian, penolakan, bahkan penghinaan, di sekitarmu.

Itu sebabnya saya memohon kepadamu untuk dekat dengan keluarga-keluarga yang hari ini di Roma, di Italia, dan di seluruh dunia mengalami berbagai situasi serupa,

semoga mereka tidak diterlantarkan, tetapi semoga hak-hak mereka dilindungi,

hak asasi manusia yang memiliki prioritas di atas kebutuhan apa pun, betapapun masuk akalnya.

Bunda Maria : Model Kebajikan dan Iman

  • Dalam salah satu wejangannya dalam doa Angelus di Roma, Paus Fransiskus mengatakan, “Dengan membawa Yesus, Bunda Maria membawakan kita juga sebuah sukacita baru, penuh makna. Ia membawakan kita kemampuan baru untuk melewati saat-saat yang menyakitkan dan sulit dengan iman; ia membawakan kita kemampuan belas kasihan, saling mengampuni, saling memahami, saling mendukung. Maria adalah sokoguru kebajikan dan iman.… Dan kita mohon kepadanya untuk melindungi dan mendukung kita, agar kita sudi memiliki iman yang kuat, penuh sukacita dan berbelas kasih; agar ia membantu kita untuk menjadi orang-orang kudus, untuk bertemu dengannya suatu hari di surga[2].
  • Bunda Maria adalah model atau sokoguru kebajikan dan iman (Maria è modello di virtù e di fede) bagi kita dari masa ke masa. Kita harus bangga menjadi orang Katolik. Salah satunya karena Bunda Maria mempunyai peranan khusus dalam hidup beriman Katolik. Ia menjadi sokoguru kebajikan dan iman. Saya mengajak Anda semua untuk tekun berdevosi pada Bunda Maria, terus menimba spiritualitas hidup dari Bunda Maria, dan mendalami ajaran-ajaran Gereja terkait dengan Bunda Maria dalam sejarah keselamatan manusia. Salah satu ajaran Gereja tersebut adalah Ajaran Gereja tentang Maria Immaculata.
  • Ajaran Gereja tentang Maria Immaculata ini disampaikan oleh Paus Pius IX pada tanggal 8 Desember 1854. Bapa Suci melihat kelesuan rohani dalam dunia modern. Lalu beliau ingin membangkitkan kembali kehidupan rohani umat dengan menampilkan kembali teladan Bunda Maria dan perannya dalam sejarah keselamatan manusia. Ajaran Gereja (dogma) ini mau mengungkapkan bahwa Perawan Maria dikandung dalam rahim ibunya, yaitu Santa Anna, tanpa dosa asal, dosa Adam dan Hawa. Maria adalah satu-satunya manusia yang dianugerahi karunia ini. Ia memperoleh keistimewaan ini karena ia menjadi ”bejana yang kudus” dimana Yesus, Putera Allah, akan lahir ke dunia melalui rahimnya. Rahim Bunda Maria menjadi ”tabernakel” pertama karena di sanalah bersemayam Yesus yang Mahakudus.

Mewahyukan dan Menasihati

  • Sosok Bunda Maria kerapkali dihubungkan dengan devosi dan tempat-tempat peziarahan, seperti: Gua Maria Lourdes Sendang Sono (Promasan), Sendang Jatiningsih (Klepu), Sendang Sriningsih (Jali-Dalem), Gua Maria Lawangsih (Nanggulan), Sendang Ratu Kenya (Danan-Wonogiri), Gua

Maria Kerep Ambarawa (Semarang), Gua Maria Marganingsih (Bayat-Klaten), Gua Maria Tritis (Wonosari), Taman Doa Bunda Maria Ratu Katentreman dan Karaharjan (Gantang, Banyutemumpang), Taman Doa Santa Maria Faatima (Ngrawoh, Sragen), Gua Maria Pohsarang

(Kediri), Gua Maria Sawer Rahmat (Cisantan-Kuningan), Gua Maria Ratu Kesederhanaan (Nusakambangan-Cilacap), Gua Maria Palasari (Bali), Graha Bunda Maria Annai Velangkanni  (Tanjung Selamat-Medan), Gua Maria Lourdes (Perancis), dsb.

  • Dalam sejarah Gereja, Bunda Maria diyakini pernah menampakkan diri dengan memberikan pewahyuan dan nasihat. Dalam beberapa penampakannya, Bunda Maria memperkenalkan diri sebagai Dikandung Tanpa Noda Dosa. Pada tahun 1531 di Guadalupe, Spanyol, Bunda Maria mengatakan kepada Juan Diego, “Akulah Perawan Maria yang tak bercela, Bunda dari Allah yang benar”. Pada tahun 1830, Maria mengatakan kepada Santa Katarina Laboure agar dibuat Medali Wasiat dengan tulisan, “Maria yang dikandung tanpa noda dosa, doakanlah kami yang berlindung padamu.” Terakhir, pada tahun 1858 kepada Santa Bernadeta di Lourdes, Bunda Maria mengatakan, “Akulah yang Perawan Suci Dikandung Tanpa Noda Dosa”[3].

Dasar Tradisi Suci tentang Maria Immaculata  

8. Sejak zaman para Bapa Gereja sudah berkembang ajaran tentang kesucian Bunda Maria. Para Bapa Gereja menyebutkan bahwa Bunda Maria sebagai seorang yang dipenuhi rahmat Tuhan, Tabut Perjanjian Baru, dan karena itu tidak berdosa. Para Bapa Gereja mengajarkan demikian[4]:

  1. Santo Irenaeus (180): “Hawa, dengan ketidaktaatannya [karena berdosa] mendatangkan kematian bagi dirinya dan seluruh umat manusia, … Maria dengan ketaatannya [tanpa dosa] mendatangkan keselamatan bagi dirinya dan seluruh umat manusia…. Oleh karena itu, ikatan ketidaktaatan Hawa dilepaskan oleh ketaatan Maria. Apa yang terikat oleh ketidakpercayaan Hawa dilepaskan oleh iman Maria” (St. Irenaeus, Against Heresies, 189 AD, 3:22:24).
  2. Santo Hippolytus (235): “Ia adalah tabut yang dibentuk dari kayu yang tidak dapat rusak.

Sebab dengan ini ditandai bahwa Tabernakel-Nya dibebaskan dari kebusukan dan kerusakan” (St. Hippolytus, Orations Inillud, Dominus pascit me).

  • Santo Athanasius (373), “O, Perawan yang terberkati, sungguh engkau lebih besar daripada semua kebesaran yang lain. Sebab siapakah yang sama dengan kebesaranmu, O tempat kediaman Sang Sabda Allah? Kepada ciptaan mana, harus kubandingkan dengan engkau, O Perawan? Engkau lebih besar daripada semua ciptaan, O Tabut Perjanjian, yang dilapis dengan kemurnian, bukannya dengan emas! Engkau adalah Tabut Perjanjian yang didalamnya terdapat bejana emas yang berisi manna yang sejati, yaitu: daging di mana Ke-Allahan tinggal” (St. Athanasius, Homily of the Papyrus of Turin, 71:216).
  • Santo Ambrosius (387): “Angkatlah tubuhku, yang telah jatuh di dalam Adam. Angkatlah aku, tidak dari Sarah, tetapi dari Maria, seorang Perawan, yang tidak saja tidak bernoda, tetapi Perawan yang oleh rahmat Allah telah dibuat tidak bersentuh dosa, dan bebas dari setiap noda dosa” (St. Ambrose, Commentary on Psalm 118: Sermon 22, no.30, PL 15, 1599).
  • Santo Agustinus (415): “Kita harus menerima bahwa Perawan Maria yang suci, yang tentangnya saya tidak akan mempertanyakan sesuatupun ketika kita membicarakan tentang dosa, demi hormat kita kepada Tuhan; sebab dari Dia kita mengetahui betapa berlimpahnya rahmat untuk mengalahkan dosa di dalam segala hal telah diberikan kepadanya, yang telah berjasa untuk mengandung dan melahirkan Dia yang sudah pasti tidak berdosa” (St. Augustine, Nature and Grace 36:42).
  • Santo Severus (538): “Ia [Maria] …sama seperti kita, meskipun ia murni dari segala noda, dan ia tanpa noda” (St. Severus, Hom. cathedralis, 67, PO 8, 350).
  • Santo Germanus dari Konstantinopel (733), mengajarkan tentang Maria sebagai yang

“benar- benar terpilih, dan di atas semua, …melampaui di atas semua dalam hal kebesaran dan kemurnian kebajikan ilahi, tidak tercemar dengan dosa apapun” (Germanus dari Konstantinopel, Marracci in S. Germani Mariali). 

Bunda yang Transformatif dan Inspiratif

  • Bunda Maria mempunyai peranan yang sangat istimewa dalam sejarah keselamatan umat manusia. Ia adalah Bunda yang transformatif. Artinya, pribadi yang memiliki kesediaan dan keterbukaan untuk berubah dan diubah (gerak ke dalam), sekaligus pribadi yang memiliki daya/ kekuatan untuk mengubah atau membawa perubahan (gerak ke luar). Dialah sosok wanita yang bersedia menjawab panggilan Tuhan untuk mengandung, melahirkan dan membesarkan Yesus, Sang Juru Selamat manusia. Dia siap menyaksikan sendiri putranya memanggul salib, dihina dan diolok-olok. Dia juga setia mengikuti Yesus sampai di puncak Golgota. Tak hanya itu, Bunda Maria pun menerima jenasah Yesus dengan tegar setelah Yusuf Arimatea menurunkan jenasah Yesus dari salib. Ia memangku jenasah sang putra dengan iman yang kuat. Sampai seorang seniman Italia, Michelangelo Lodovico Buonarroti Simoni[5] (1475-1564), merefleksikan dan menghasilkan sebuah mahakarya dalam bentuk patung Pietà, dimana Bunda Maria digambarkan sedang memangku jenasah Yesus dengan tegar.
  1. Patung Pietà ini dibuat oleh Michelangelo pada tahun 1498-1499 atas permintaan duta besar Perancis pada bulan November 1497. Patung ini merupakan sebuah patung marmer yang pada mulanya dipersembahkan sebagai monumen di makam Kardinal Perancis Jean de Billhères de Lagraulas[6]. Tetapi kemudian patung ini ditempatkan di dalam Basilika Santo Petrus di Vatikan, Roma, Italia pada abad ke18 sampai sekarang ini. Patung Pietà ini memiliki komposisi piramida, suatu hal yang jarang untuk masa renaisans. Untuk mengimbangi tubuh Yesus yang besar, tubuh Bunda Maria ditunjang lebih oleh volume pakaiannya, bukan tubuhnya sendiri, dan lipatan kain diperlihatkan sangat detail dan halus. Patung Bunda Maria yang memangku jenasah Yesus itu sekarang ini menjadi salah satu sarana untuk devosi umat yang sangat terkenal. 
  1. Kesiapsediaan dan ketegaran Bunda Maria tersebut memberikan daya ubah atau kekuatan untuk mengubah, membawa perubahan dalam diri banyak orang, termasuk kita yang hidup pada zaman sekarang ini. Kita bisa meneladan Bunda Maria dalam keterbukaannya menanggapi panggilan Tuhan dan menjalani segala resiko sekaligus konsekwensinya tanpa mengeluh. Orang Jawa bilang, ”Nek wedi aja wani-wani, nek wani aja wedi-wedi”. Singkatnya, Bunda Maria menjadi pribadi transformatif dan inspiratif lewat pengalaman sapta duka nya. Berikut ini sapta duka Bunda Maria tersebut: 
    1. Duka ke-1 : Nubuat Simeon (Luk 2 : 34-35)
    1. Duka ke-2 : Pelarian ke Mesir (Mat 2 : 13-14)
    1. Duka ke-3 : Yesus hilang di Yerusalem (Luk 2 : 43-45)
    1. Duka ke-4 : Yesus bertemu bunda-Nya di jalan salib (Perhentian Jalan Salib ke-4)
    1. Duka ke-5 : Yesus wafat di kayu salib (Yoh 19 : 25-27)
    1. Duka ke-6 : Yesus diturunkan dari kayu salib (Yoh 19 : 40)
    1. Duka ke-7 : Yesus dimakamkan (Yoh 19 : 38-42)

Membantu Mengurai Masalah Kita 

  1. Santo Yohanes Paulus II (1920-2005) pernah menggaungkan kembali ajaran tentang Bunda Maria  dalam ensikliknya Redemptoris Mater (RM), yang dikeluarkanpada tanggal 25 Maret 1987. Ensiklik ini merupakan dokumen tentang Bunda Maria yang paling berorientasi Biblis dan Ekumenis dalam sejarah Gereja. Bapa Suci Yohanes Paulus II menegaskan bahwa Gereja memandang Maria secara keibuan hadir dan ikut ambil bagian pada banyak permasalahan rumit yang hari ini dihadapi oleh hidup orang per orang, keluarga-keluarga dan bangsa-bangsa. Gereja meyakini bahwa Bunda Maria membantu orang-orang Kristiani yang berada dalam perjuangan terusmenerus antara baik dan buruk, untuk memastikan bahwa mereka ’tidak jatuh ke dalam dosa’, atau jika ternyata terjatuh, maka akan bangkit kembali. Hal ini menyatakan bahwa Bunda Maria sungguh peduli dan terlibat dalam perjuangan hidup kita.
  1. Peristiwa mukjizat di Kana menjadi contoh peranan Bunda Maria (Bdk. Yoh 2:1-11). Di kota Kana diperlihatkan satu segi konkrit kebutuhan manusia, satu kejadian dan tampaknya tidak begitu penting (“anggurnya habis”). Namun hal itu memiliki makna simbolik, dimana Bunda Maria datang untuk menolong kebutuhan manusia. Bapa Suci Yohanes Paulus II menegaskan, ”Maria menempatkan diri antara Putera-Nya dan umat manusia dalam situasi kekurangan, kebutuhan dan derita mereka. Dia menempatkan diri ‘di tengah-tengah’, yaitu dia berlaku sebagai perantara, tidak sebagai orang luar, melainkan dalam kedudukannya sebagai seorang ibu. Maria sadar, bahwa sebagai ibu, dia dapat menyampaikan kepada Sang Putera, kebutuhan manusia, dan bahkan, dia ’berhak’ untuk berbuat demikian. Bahwa Maria berdiri di tengah antara Kristus dan manusia dengan demikian mengandung sifat sebagai pengantara: Maria ‘menjadi perantara’ bagi manusia”…. Di Kana, berkat perantaraan Maria dan ketaatan para pelayan, Yesus mulai dengan ‘saat-Nya’. Di Kana Maria menunjukkan kepercayaannya kepada Yesus: Iman Maria menyebabkan tertampilkannya

‘tanda’ pertama Yesus dan membantu membangkitkan iman para murid” (RM, no. 21). 

  1. Dalam rangka “Tahun Rosario” (Oktober 2002 s/d. Oktober 2003), Paus Yohanes Paulus II menerbitkan Surat Apostolik Rosarium Virginis Mariae (RVM) pada 16 Oktober 2002. Dalam Surat Apostolik itu Bapa Suci memperkenalkan lima peristiwa baru dalam doa rosario, yaitu misterimisteri Cahaya/Terang. Peristiwa “Perkawinan di Kana” merupakan misteri cahaya yang kedua. Dalam refleksi atas misteri cahaya ini Paus Yohanes Paulus II menulis demikian, “Tiap misteri ini merupakan suatu perwahyuan Kerajaan Allah yang saat ini hadir dalam pribadi Yesus itu sendiri. … Misteri cahaya lain adalah yang pertama dari tanda-tanda yang diberikan di Kana (bdk. Yoh 2:1-12), ketika Kristus mengubah air menjadi anggur dan membuka hati murid-murid kepada iman, berterima kasih kepada campur tangan Maria, yang pertama di antara orang-orang beriman” (RVM, no. 21). 

Devosi Bunda Pengurai Simpul Masalah

15. Pada Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda (Maria Immaculata tanggal 8 Desember di Argentina ada perayaan “Hari Raya Perawan Pengurai Simpul” (la Virgen Desatanudos). Hal ini adalah sebuah devosi Marianis yang paling populer bagi umat Katolik Argentina. Devosi ini juga merupakan devosi yang paling disukai oleh Paus Fransiskus. Bahkan dia menjadi salah satu pribadi yang mempromosikan devosi ini. Pada saat itu Jorge Mario Bergoglio (kini: Paus Fransiskus) sedang studi di Jerman, ia terkagum-kagum akan sebuah lukisan bergaya Bavarian dengan judul “Maria Suci, Bunda Pengurai Simpul Ikatan”. Bergoglio memperoleh salinan

lukisan tersebut dan membawanya ke Argentina, kemudian mempromosikan devosi kepada Maria dengan gelar tersebut. Tak disangka, devosi ini mendapat tempat di hati umat Katolik Argentina. 

  1. Dari mana asal usul devosi Perawan Pengurai Simpul Masalah ini? Devosi ini dimulai di Jerman sekitar tahun 1700. Atas perintah Pastor Heironymus Ambrosius Langenmantel, pelukis Johann Melchior Georg Schmittdner membuat lukisan Bunda Maria dengan diilhami kata-kata Santo Ireneus. Santo Ireneus (martir yang wafat tahun 202) menyatakan bahwa “Simpul yang disebabkan oleh ketidaktaatan Hawa telah diuraikan karena ketaatan Maria. Apa yang diikat oleh perawan Hawa karena ia tidak percaya, telah dilepaskan oleh perawan Maria karena imannya”. Lukisan Perawan Maria Pengurai Simpul ini kemudian dihormati sejak tahun 1706 di Ausburg Jerman. Nama aslinya adalah “Nuestra Señora de Knotenlöserin”. Lukisan ini digantung di gereja kuno Santo Petrus di Perlack, Augsburg, Jerman. Melalui devosi ini, umat beriman mohon doa perantaraan Bunda Maria untuk membantu menyelesaikan kesulitan-kesulitan hidup dan mengurai simpul-simpul yang menghalangi mereka untuk bersatu dengan Allah. Lukisan bergaya Baroc ini menunjukkan seorang malaikat yang menyorongkan sebuah tali penuh dengan simpul kepada Bunda. Simpul-simpul ini melambangkan dosa asal dengan semua akibatnya. 
  1. Latar belakang adanya lukisan tersebut terkait dengan pergulatan pernikahan kakek-nenek Pastor Heironymus Ambrosius Langenmantel tersebut, yang bernama Wolfgang dan Sophia. Wolfgang dinikahkan dengan seorang putri bangsawan bernama Sophia, yang derajat kebangsawanan keluarganya lebih tinggi dari keluarganya. Mungkin karena hal ini Sophia yang merasa derajatnya lebih tinggi, lebih suka membawa maunya sendiri, sehingga pernikahan mereka sering cekcok dan diambang perceraian. Singkat cerita, Pasutri Wolfgang – Sophia tidak jadi bercerai berkat bimbingan Pastor Jakob Rem, seorang imam Yesuit yang memiliki devosi kuat pada Bunda Maria. Pastor Jakob mengajak Wolfgang untuk berdoa bersama dan menyerahkan permasalahan tersebut kepada Bunda Maria. Dengan membawa tali pernikahan penuh simpul, Pastor Jakob mengajak Wolfgang untuk berdoa bersama di hadapan Bunda Maria. Seusai mereka berdoa, mereka melihat bahwa tali pernikahan tersebut menjadi berkilat putih mempesona. Dan simpul-simpul mati yang sebelumnya terikat kuat (mungkin karena dibuat dalam kondisi emosi, sehingga terikat mati dan sulit diurai) menjadi longgar, sehingga mudah diurai. Pastor Jakob pun menguraikan simpul itu satu persatu, menyerahkan kembali ke Wolfang, dan memintanya kembali ke rumah. “Bunda Maria telah mengabulkan doamu, bawa kembali tali pernikahan ini, batalkan rencana perceraianmu. Pertahankan pernikahanmu dengan Sophia sampai ajal menjemput”, tutur Pastor Jakob.

Akhirnya, pernikahan mereka berlanjut sampai mereka mempunyai beberapa anak dan cucu. Dalam kurun waktu 85 tahun kemudian, cucu Pasutri Wolfgang – Sophia, yakni Pastor Heironymus Ambrosius Langenmantel, menyumbangkan sebuah altar keluarga pada tahun 1700. Dia menugaskan seorang pelukis terkenal Johann Melchoir Georg Schmittdner untuk membuat lukisan kisah penyelamatan pernikahan kakek-neneknya oleh Bunda Maria. Bunda Maria diyakini membantu menguraikan simpul-simpul permasalahan dalam pernikahan kakek-neneknya. Di bawah lukisan Bunda Maria tersebut digambarkan juga kakeknya yang dituntun oleh Malaikat Rafael melewati masa perselisihan pernikahannya (yang diilhami oleh kisah malaikat Rafael menemani perjalanan Tobia untuk menemui Sara calon istrinya). 

18. Berikut ini teks Doa kepada Santa Perawan Maria Pengurai Simpul Masalah:  
  Santa Maria, yang dipenuhi dengan kehadiran Allah,  

selama hidupmu di dunia,

dengan rendah hati engkau senantiasa mengikuti kehendak Bapa,

sehingga kejahatan tidak dapat mengganggumu dengan kebohongannya.

Engkau menjadi perantara kami kepada Putramu dalam setiap kebutuhan.

Engkau memberi teladan dengan kesederhanaan dan kesabaran yang sempurna, supaya kami dapat mencari jalan keluar dalam setiap masalah kehidupan.

Engkau adalah Bunda kami,

uraikanlah segala simpul masalah yang membingungkan dan buatlah kami agar lebih dekat pada Tuhan.

Santa Maria, Bunda Allah dan Bunda kami,

Engkau menyelesaikan masalah kehidupan kami dengan kasih keibuanmu.

Terimalah dalam tanganmu masalah yang dihadapi oleh …. (sebutkan nama diri sendiri atau nama yang didoakan) 

dan bebaskanlah dari jerat musuh yang jahat.

Melalui perantaraan dan teladanmu, Bebaskanlah kami dari segala kejahatan

dan uraikanlah setiap simpul yang memisahkan kami dari persekutuan dengan Allah.

Bebaskanlah kami dari segala kebingungan dan kesalahan, sehingga kami dapat menyiapkan hati sebagai tempat kediaman-Nya, dan dapat melayani Dia dalam kehidupan kami. Amin.

19. Pertanyaan Refleksi : Apakah Anda mempunyai pengalaman pribadi terkait devosi pada Bunda Maria?Inspirasi apa yang bisa Anda timba dan teladani dari Bunda Maria Immaculata?  

***

Sumber Referensi :

  1. A. Comastri, Ecco la tua Mamma, Vatican, Shalom, 2009.
  2. Frida Giannini, dkk., Guida alla Basilica di San Pietro, Libreria Editrice Vaticana, Roma, 2005.
  3. Y. Gunawan, Pr., 12 Katekese, Renungan dan Doa Bunda Maria, Kanisius, Yogyakarta, 2019.
  4. Yohanes Paulus II, Ensiklik Redemptoris Mater, 25 Maret 1987.
  5. Yohanes Paulus II, Surat Apostolik Rosarium Virginis Mariae, 16 Oktober 2002.
  6. Http://www.katolisitas.org/sekilas-ajaran-gereja-tentang-bunda-maria/.
  7. Https://www.thoughtco.com/maryundoerofknotsnovena4010853.
  8. Https://www.facebook.com/gerejakatolik/photos/ devosi-paus-fransiskus-kepada-bunda-mariapengurai-simpul-ikatanpaus-kita-yang-b/10151811059589638/.

[1] Y. Gunawan Pr, 12 Katekese, Renungan dan Doa Bunda Maria, 109-110.

[2] Y. Gunawan Pr, 12 Katekese, Renungan dan Doa Bunda Maria, 8.

[3] Y. Gunawan Pr, 12 Katekese, Renungan dan Doa Bunda Maria, 111.

[4] Sebagian besar disarikan dari http://www.katolisitas.org/sekilasajarangerejatentangbundamaria/; Y. Gunawan Pr, 12 Katekese, Renungan dan Doa Bunda Maria, 88-91.

[5] Michelangelo dikenal sebagai seorang pelukis, pemahat, pujangga, dan arsitek zaman Renaissance.

[6] Frida Giannini, dkk., Guida alla Basilica di San Pietro, 72.


[1] Imam Diosesan Keuskupan Agung Semarang yang ditahbiskan oleh Mgr. Johannes Pujasumarta pada tanggal 29 Juni 2010. Menyelesaikan studi Sarjana (S1) Teologi di Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta (2003-2007). Di tempat yang sama menyelesaikan studi S2 Magister/Licenciat Teologi Dogmatik (2010-2012). Pernah berkarya di Paroki Banyumanik (2012-2016), Paroki Sambiroto (2016-2017), dan menjadi Kepala Campus Ministry dan mengajar di Unika Soegijapranata (2014-2017). Kemudian menjalani studi lanjut lagi Magister/Licenciat bidang Teologi Spiritual dengan spesialisasi Pembinaan Panggilan Imam di Universitas Kepausan Gregoriana, Roma (2017-2019). Saat ini berkarya menjadi staf formator di Seminari Menengah Santo Petrus Canisius Mertoyudan, Magelang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *