Kronologi Riwayat Hidup St. Fransiskus Asisi

Yayasan Marsudirini Komplek Bangkong di bawah pengelolaan Suster-Suster OSF juga berspiritualitaskan Fransiskan. cara hidup dan perjalanan Santo Fransiskus menjadi sarana untuk semakin mampu menyandarkan semua karya dan pelayanan dalam penyelenggaraan Ilahi.

maka marilah kita bersama-sama membaca kronologi perjalanan hidup santo Fransiskus Asisi.

Rentang riwayat hidup St. Fransiskus dari Asisi dimulai dari kelahirannya pada tahun 1181 (atau 1182) sampai wafatnya pada tahun 1224. Pada rentang waktu ini, dibahas beberapa poin penting yang dibutuhkan kehidupannya. Berikut ini kronologi acara yang dibahas diuraikan.

  • 1181/82 (Musim panas atau musim gugur) lahir di Asisi. Waktu dipermandikan dengan nama Yohanes Pembabtis. Ketika disetujui, ia dinamai Fransiskus sebagai tempat kenangan yang baru saja dibuka oleh Prancis.
  • 1199 – 1200 Perang Saudara di Assisi. Rakyat biasa dan warga kota kelas menengah menyerbu puri-puri (kastel) bangs bangsawan. Banyak keluarga bangsawan yang meninggalkan kota dan mengungsi ke Perugia (termasuk keluarga St. Klara).
  • 1202 (November) Pecah perang antara Perugia dan Assisi. Fransiskus yang bertempur di pesta Assisi menjadi tawanan perang di penjara Perugia.
  • 1204 Fransiskus sakit keras dan cukup lama pulih untuk memulihkan kesehatannya.
  • 1204/1205 Akhir 1204 atau awal 1205, Fransiskus bergabung dengan pasukan Walter de Brienne untuk bergabung dalam perang ke Apulia (Italia Selatan). Di Spoleto (kota dekat Assisi) tempat mereka berhenti untuk bermalam, ia menerima penglihatan. Dalam mimpi, ia berbicara tentang suara yang mengatakan ingin kembali ke Assisi. Inilah awal mula pertobatannya.
  • 1205 (musim gugur) Fransiskus mendapat perintah dari Kristus yang tersalib di San Damiano “Fransiskus, pergilah dan perbaikilah gerejaKu yang mencari roboh ini”.
  • 1206 (Januari atau Februari) Peristiwa di depan Uskup. Bernardone meminta diterima Fransiskus mengembalikan semua harta yang telah diberikannya. Fransiskus setuju dengan menelanjangi diri mengembalikan semua pakaian yang melekat di badannya kepada bapanya. Uskup Assisi menudungi Fransiskus dengan mantolnya.
  • 1206 (Musim Semi) Fransiskus dengan mengenakan pakaian pertapa merawat penderita lepra di Gubbio.
  • 1206 (Musim Panas hingga Januari atau Februari) kembali ke Assisi dan membangun kembali Gereja San Damiano. Dia juga memperbaiki Gereja St. Petrus dan Gereja Ratu Malaikat di Portiuncula.
  • 1208 (24 Februari) Fransiskus mendengarkan Injil tentang kemiskinan yang dibacakan untuk Pesta St. Mateus. Ia mengambil petikan Injil sebagai aturan hidup.
  • 1208 (16 April) Bernardus dari Quintavalle dan Petrus Cattani bergabung dengannya. Yang lain kemudian mengikuti (23 April, Egidius bergabung).
  • 1208 – 1209 (Musim Gugur dan Musim Dingin). Fransiskus dan para saudaranya pergi berdua-dua untuk mewartakan pertobatan.
  • 1209 Mereka kembali ke Portiuncula. Fransiskus menulis aturan singkat untuk dirinya dan kesebelas saudaranya. Mereka pergi ke Roma meminta memohon aturan hidup tersebut. Paus Innocentius III meneguhkannya secara resmi. Saudara-Saudara ini kembali ke Rivotorto dan kemudian ke Portiuncula.
  • 1210 (9 November) Kaum bangsawan dan warga kota.
  • 1212 (akhir Maret) Penerimaan Klara di Portiuncula. Setelah tinggal beberapa waktu di Biara Benedictines, Klara pindah ke San Damiano. Sekitar akhir tahun, Fransiskus berangkat ke Timur (Tanah Suci). Karena cuaca buruk, kapal yang ditumpanginya terdampar di pantai Dalmatia. Ia bersama kawannya kembali ke Italia melalui Ancona.
  • 1213 (8 Mei) Bangsawan Orlando dari Chuisi menghadiahkan La Verna (Alverna) kepada Fransiskus.
  • 1213/1214 Sdr. Fransiskus ditemani Sdr. Bernardus berusaha untuk ke Maroko. Di Spanyol, ia jatuh sakit dan dikembalikan lagi ke Italia.
  • 1215 Fransisku pergi ke Roma untuk pergi Konsili Lateran IV. Kemungkinan di sinilah ia bertemu dengan Dominikus untuk pertama kalinya.
  • 1216 Paus Innocentius III wafat. Ia digantikan oleh Paus Honorius III. Tahun ini, Fransiskus menerima Indulgenti Portiuncula dari Paus Honorius III di Perugia.
  • 1217 (5 Mei – Pentekosta) Sidang Umum di Portiuncula memutuskan untuk mengirim misionaris keluar Italia. Sdr. Egidius berangkat ke Tunisia, Sdr. Elias ke Siria, Sdr. Fransiskus ke Perancis. Namun, di Firenze (Florence), Fransiskus bertemu dengan Kardinal Hugolino yang membujuknya agar tetap tinggal di Italia.
  • 1219 (26 Mei) Para misionaris berangkat ke Maroko.
  • 1219 (26 Juni) Sdr. Fransiskus berlayar ke Mesir.
  • 1219 (29 Agustus) Dia hadir dalam penyerangan perang pasukan melawan Damietta. Kemudian, ia menghadap sultan ditemani Sdr. Illuminatio.
  • 1219 (5 November) Ia hadir dalam perebutan Damietta. Kemudian, ia bertolak ke Santo Yohanes – Acre
  • 1220 Martir pertama Fransiskan yaitu saudara-saudara yang dibunuh di Maroko.
  • 1220 Di Siria Fransiskus bertemu dengan Sdr. Elias dan Sdr. Petrus Catani. Dia mengunjungi tempat-tempat suci. Seorang saudara yang berbaring berasal dari Italia menganggap itu dalam Ordo timbul karena besar. Karena itu, Fransiskus segera kembali ke Italia. Ia berlabuh di Venesia dan kemudian ke Roma. Di sana ia berbicara sebagai Kardinal Hugolino sudah ditunjuk sebagai pelindung resmi (protektor) untuk para saudara dina. Pada tahun ini pula ia menetapkan kepemimpinannya sebagai pemimpin Ordo dan diganti oleh Sdr. Petrus Catani yang waktu itu ditunjuk sebagai Vikaris General.
  • 1221 Sdr. Petrus Catani meninggal dunia dan digantikan oleh Sdr. Elias. Fransiskus menulis Anggaran Dasar yang disebut Anggaran Dasar “1221” yang tidak pernah diteguhkan baik oleh para menteri maupun oleh Bapa Suci.
  • 1221 – 1222 Fransiskus berkeliling Italia untuk berkotbah.
  • 1222 (15 Agustus) Fransiskus berkotbah di alun-alun Bologna.
  • 1223 Fransiskus pergi ke Fonte Colombo untuk menyusun Anggaran Dasar definitif untuk Ordi Saudara-Saudara Dina. Anggaran Dasar ini dibahas dalam Sidang Umum dan perubahan-perubahan sampai akhirnya mendapat peneguhan dari Paus Honorius III pada 29 November. Anggaran Dasar ini sering disebut Anggaran Dasar “1223”.
  • 1223 (25 Desember) Perayaan Natal di Grecio yang menjadi asal mula tradisi gua atau kandang natal.
  • 1224 (15 Agustus) Sampai 30 September, Fransiskus mengadakan retret di Gunung La Verna. Ia mendapat stikmata sekitar 14 September.
  • 1224 (Oktober) Dia kembali ke Portiuncula melalui Borgo San Sepolcro, Monte Casale, dan Citta Castello.
  • 1224 (Desember) Dengan mengendarai perjalanan keledai, ia berkeliling untuk berkotbah di Umbria.
  • 1225 Pada bulan-bulan pertama tahun ini, sakit mata semakin memburuk. Untuk sementara waktu, Fransiskus tinggal di San Damiano bersama dan para saudarinya. Atas perintah Sdr. Elias, Fransiskus memperbaiki perawatan medis tetapi tidak ada perkembangan. Dalam keadaan nyaris buta, ia menggubah “Kidung Saudara Matahari”.
  • 1225 (23 Juni) Bersama Bapa Suci dan Dewan Kardinal, Kardinal Hugolinus tiba di Rietti. Mereka tinggal di sana sampai 31 Januari tahun berikutnya. Kardinal Hugolinus mengundang Fransiskus ke kota agar dapat memberikan perhatian yang mungkin diminta. Beberapa saat menginap di istana Uskup Rietti, si miskin itu menetap di dekat Fonte Colombo. Di sanalah ia melakukan pengobatan mata dengan menggunakan besi panas.
  • 1226 Fransiskus dibawa ke Siena untuk pengobatan baru lalu kembali ke Portiuncula. Musim panas sangat kering, maka untuk mengurangi sakitnya, Fransiskus dibawa ke perbudakan Bagnara. Keadaannya makin parah. Maka ia dibawa kembali ke Assisi dan diinapkan di istana Uskup.
  • 1226 (September) Merasa saat kematiannya sudah dekat, Fransiskus menulis wasiat dan meminta pindah membawa ke Portiuncula.
  • 1226 (3 Oktober) Fransiskus wafat di Portiuncula pada sore hari.
  • 1226 (4 Oktober) Ia dimakamkan di Gereja San Giorgio di Assisi.
  • 1227 Kardinal Hugolino dipilih menjadi Bapa Suci Gregorius IX
  • 1228 (16 Juli) Di Assisi, Paus Gregorius IX mengkanonisasi sahabatnya, Fransiskus.
  • 1230 (25 Mei) St. Fransiskus dipindahkan ke Basilika St. Fransiskus.

Artikel ambil dari Ordo Fratrum Minorum: https://ofm.or.id

URL ke artikel: https://ofm.or.id/kronologi-riwayat-hidup-st-fransiskus-assisi/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *